‘Tidak kesampaian dan tidak bernasib baik’ hanya itu komentar si Rudy teman sepejabat dari PT Yung Shin Pharma. yang kebetulan berada di Kuala Lumpur. Tadi malam saya berserta 2 teman yang lain telah dijemput Rudy ke apartmentnya untuk menyaksikan perlawanan akhir Pesta Bola Merdeka edisi ke38. Perlawanan akhir antara Indonesia menentang Myanmar itu dibawakan secara langsung dari Stadium Shah Alam (kabarnya turut disiarkan Live di Indonesia).
Sebaik sahaja sepak mula dilakukan Indonesia terus menyerang bertubi-tubi, tanpa memberi peluang kepada Myanmar untuk menyerang balas. Pasukan Myanmar sering terperangkap dalam perangkap Offside pertahanan Indonesia. Hampir keseluruhan 45 minit yang pertama dikuasai oleh Indonesia. Separuh masa yang pertama ditamatkan tanpa sebarang gol.
Sebaik sahaja separuh masa yang kedua bermula, Indonesia menyerang lagi, dua kali goal post Myanmar bergegar hasil tandukan Bambang Pemungkas (pemain yang beraksi untuk Selangor).....tiada siapa yang lebih kenal akan stadium ini, selain dari Bambang Pemungkas sendiri, kerana stadium ini adalah Home Ground buat pasukan Selangor. Tahun yang lalu Bambang Pemungkas adalah Leading Scorer dalam Liga Super dan amat-amat digeruni di Stadium Shah Alam ini. Selain dari Bambang Pemungkas, Alie Aiboy dan Ponario Astaman juga beraksi dalam Liga Super di Malaysia.
Indonesia yang jelas pasukan yang lebih gagah membazirkan banyak peluang yang dicipta terutamanya pada babak kedua yang menyaksikan mereka berputih mata di hadapan 20,000 penonton mereka yang tetap gagah hadir dengan mengharungi hujan lebat sebelum perlawanan itu.
Skuad Merah Putih bermula garang selepas rehat dengan larian kencang dari kanan yang diakhiri dengan rembatan silang hanya beberapa inci tersasar dari tiang kiri. Kisah sama berlaku selepas itu dengan Boas Salossa mensia-siakan hantaran lintang cantik Atep dari kanan dengan menanduknya keluar.
Tanpa disangka-sangka, Myanmar melakukan kejutan apabila serangan balas yang jarang dilakukan mereka menemui hasil apabila hantaran sisi Khin Maung Tun disambut penjaring gol penyamaan mereka ketika menentang Malaysia, Khaw Thu Ra yang meletuskan rembatan kencang menuju bucu atas kanan dengan Samsidar tertewas pada minit ke-62.
Ketua pasukan Myanmar, Soe Myat Min melebarkan jurang buat mereka apabila menyambung tandukan Si Thu Win daripada sepakan sudut Min Thu, ke arah gol lima minit sebelum berakhirnya perlawanan.
Namun, kisahnya tidak berakhir di situ selepas penyerang gantian, Zaenal Arif menanduk masuk hantaran lintang Erick Setiawan, dua minit selepas itu yang akhirnya sekadar sagu hati buat skuad Merah Putih.
Terus terang saya juga turut kecewa dengan kekalahan pasukan Indonesia, mungkin kerana Myanmar telah mengalahkan Malaysia di semi final, maka buat pertama kali saya telah menyokong/support musuh tradisi……hehehe...
Selasa, 18 November 2008
Rian Mengintip Bapak dan Ibunya
Pada suatu siang ada sepasang suami istri yang ingin berhubungan intim tetapi terhalang karena saat itu dirumah sedang ada anaknya yang bernama Adrian, maklum rumah mereka sangatlah kecil. Akhirnya sang suami mendapat akal untuk menyuruh anaknya pergi.
Bapak: "Rian, kamu pergi dulu gembalakan kerbau kita!!!!"
Rian : "Ya pak..!"
(Rian tahu bahwa itu hanya akal2an bapaknya supaya bisa berhubungan intim dengan ibunya, diapun urung menggembalakan kerbau dan berencana untuk mengintip bapak ibunya).
Setelah dirasa sudah aman, si bapak mulai bereaksi, berdua tanpa sehelai benang. Si bapak mulai meraba...
Bapak: "Apa ini dek..??"
Ibu : "Ini gunung yang tak terdaki, bang..!"
Bapak: "Apa ini dek..??"
Ibu : "Ini rumput yang sangat luas, bang..!"
Bapak: "Apa ini dek..??"
Ibu : "Ini sumur yang sangat dalam, bang..!"
(Giliran si ibu)
Ibu : "Ini apa bang..??"
Bapak: "Ini tongkat yang tak terpatahkan!"
(Tiba2 Rian tertawa & terdengar oleh bapaknya.)
Bapak: "Rian!! Itu kamu ya..!"
Rian : "Ya.. P.. Pak..!"(dgn gemetar menjawab)
Bapak: "Kamu udah gembalakan kerbau kita..!???"
Rian : "Udah pak..."
Bapak: "Dimana..!???"
Rian : "Di gunung yang tak terdaki..."
Bapak: "Udah kamu kasih makan..!???"
Rian : "Udah.. dirumput yang sangat luas..."
Bapak: "Udah kamu kasih minum..!???"
Rian : "Udah.. disumur yang dalam..."
"RIANNNNN... KAMU NGINTIP YA!!!!!??" (Seru bapaknya sambil memukuli Rian)
Bapak: "Rian, kamu pergi dulu gembalakan kerbau kita!!!!"
Rian : "Ya pak..!"
(Rian tahu bahwa itu hanya akal2an bapaknya supaya bisa berhubungan intim dengan ibunya, diapun urung menggembalakan kerbau dan berencana untuk mengintip bapak ibunya).
Setelah dirasa sudah aman, si bapak mulai bereaksi, berdua tanpa sehelai benang. Si bapak mulai meraba...
Bapak: "Apa ini dek..??"
Ibu : "Ini gunung yang tak terdaki, bang..!"
Bapak: "Apa ini dek..??"
Ibu : "Ini rumput yang sangat luas, bang..!"
Bapak: "Apa ini dek..??"
Ibu : "Ini sumur yang sangat dalam, bang..!"
(Giliran si ibu)
Ibu : "Ini apa bang..??"
Bapak: "Ini tongkat yang tak terpatahkan!"
(Tiba2 Rian tertawa & terdengar oleh bapaknya.)
Bapak: "Rian!! Itu kamu ya..!"
Rian : "Ya.. P.. Pak..!"(dgn gemetar menjawab)
Bapak: "Kamu udah gembalakan kerbau kita..!???"
Rian : "Udah pak..."
Bapak: "Dimana..!???"
Rian : "Di gunung yang tak terdaki..."
Bapak: "Udah kamu kasih makan..!???"
Rian : "Udah.. dirumput yang sangat luas..."
Bapak: "Udah kamu kasih minum..!???"
Rian : "Udah.. disumur yang dalam..."
"RIANNNNN... KAMU NGINTIP YA!!!!!??" (Seru bapaknya sambil memukuli Rian)
Sakit Sekali Kalau Masuk Anus
Astaga! Saat sedang kimpoi dan hampir saja mencapai klimaks, mendadak Johan Podomoro mendapat serangan jantung. Nyawanya tak tertolong lagi.
Sebelum tiba di rumah sakit, ia telah menghembuskan napasnya yang terakhir. Keesokan harinya, istrinya ditelepon oleh petugas pemakaman.
Petugas itu mengatakan bahwa alat vital Johan Podomoro tak kunjung turun dan masih tetap berdiri tegak. Ia minta saran sang istri apa yang sebaiknya dilakukan karena hal itu nanti akan terlihat jelas. “Bisa-bisa membuat kegaduhan di antara tamu yang melayat,” katanya.
“Potong saja dan masukkan ke anusnya,” sergah wanita itu. Petugas pemakaman setuju, memang inilah cara yang paling baik.
Saat upacara pelepasan jenazah, para kerabat dan pelayat mengatakan kepada istri Johan bahwa mereka melihat ada airmata di kedua sudut mata almarhum.
“Ah, nggak apa-apa. Menurut petugas pemakaman itu adalah hal yang wajar,” kata istrinya santai, dan berusaha menutupi masalah yang terjadi.
Begitulah, upacara berjalan dengan baik sampai saatnya peti jenazah akan ditutup. Ketika semua pelayat telah keluar, nyonya Johan mendekati peti jenazah dan berbisik di kuping suaminya, “Kamu rasa? Sakit kan, kalau masuk ke anus…!”
Sebelum tiba di rumah sakit, ia telah menghembuskan napasnya yang terakhir. Keesokan harinya, istrinya ditelepon oleh petugas pemakaman.
Petugas itu mengatakan bahwa alat vital Johan Podomoro tak kunjung turun dan masih tetap berdiri tegak. Ia minta saran sang istri apa yang sebaiknya dilakukan karena hal itu nanti akan terlihat jelas. “Bisa-bisa membuat kegaduhan di antara tamu yang melayat,” katanya.
“Potong saja dan masukkan ke anusnya,” sergah wanita itu. Petugas pemakaman setuju, memang inilah cara yang paling baik.
Saat upacara pelepasan jenazah, para kerabat dan pelayat mengatakan kepada istri Johan bahwa mereka melihat ada airmata di kedua sudut mata almarhum.
“Ah, nggak apa-apa. Menurut petugas pemakaman itu adalah hal yang wajar,” kata istrinya santai, dan berusaha menutupi masalah yang terjadi.
Begitulah, upacara berjalan dengan baik sampai saatnya peti jenazah akan ditutup. Ketika semua pelayat telah keluar, nyonya Johan mendekati peti jenazah dan berbisik di kuping suaminya, “Kamu rasa? Sakit kan, kalau masuk ke anus…!”
Awas Kalau Kamu Jawab Sariawan
Ada pasangan muda yang baru saja menikah, suatu hari sang suami mengajak istrinya untuk bercinta.
Suami: "Main yok.. saya lagi pingin nih..?"
Istri: "Nggak bisa, saya lagi mens!"
Suami: "Kalo gitu dari belakang aja..?"
Istri: "Nggak bisa, kan kamu tahu saya ada ambeien!"
Karena pada saat itu libido sang suami lagi tinggi2nya, dengan nada kesal sang suami berkata...
Suami: "Sekali lagi gue tanya, kamu jawab lagi sariawan, awas kamu!!!"
Suami: "Main yok.. saya lagi pingin nih..?"
Istri: "Nggak bisa, saya lagi mens!"
Suami: "Kalo gitu dari belakang aja..?"
Istri: "Nggak bisa, kan kamu tahu saya ada ambeien!"
Karena pada saat itu libido sang suami lagi tinggi2nya, dengan nada kesal sang suami berkata...
Suami: "Sekali lagi gue tanya, kamu jawab lagi sariawan, awas kamu!!!"
Lomba Kencing Antar 3 Negara
Ada tiga orang dari 3 negara yaitu america , cina, indonesia
Suatu hari mereka saling telepon, Nah..mereka unjuk kekuatan dengan lomba kencing
America first : Currr..(suara kencing) Lalu dia telp indonesia ama cina, dia bilang "nih hasil karya gw patung liberty tenggelem hahaha"
Nah Cina unjuk gigi sekarang : Currrrrr...(suara kencing) Lalu dia telepon america ama indonesia "Alah liberty ma cemen lo liat disini tembok cina tenggelem huahahah"
Nah giliran indonesia sekarang : Currrrrrrrrrrrr.............(suara kencing) dan setelah seharian indonesia gak telepon-telepon america ama cina curiga yahhh indonesia cemen kali gak bisa kencing makanya gak telepon huahhaha
Keesokan harinya di koran "Ada fenomena aneh tapi nyata di indonesia, indonesia tenggelam oleh cairan kuning-kuning"
Suatu hari mereka saling telepon, Nah..mereka unjuk kekuatan dengan lomba kencing
America first : Currr..(suara kencing) Lalu dia telp indonesia ama cina, dia bilang "nih hasil karya gw patung liberty tenggelem hahaha"
Nah Cina unjuk gigi sekarang : Currrrrr...(suara kencing) Lalu dia telepon america ama indonesia "Alah liberty ma cemen lo liat disini tembok cina tenggelem huahahah"
Nah giliran indonesia sekarang : Currrrrrrrrrrrr.............(suara kencing) dan setelah seharian indonesia gak telepon-telepon america ama cina curiga yahhh indonesia cemen kali gak bisa kencing makanya gak telepon huahhaha
Keesokan harinya di koran "Ada fenomena aneh tapi nyata di indonesia, indonesia tenggelam oleh cairan kuning-kuning"
Fungsi Jari Tengah
Alkisah seorang anak bertanya pada bapaknya. "Pak, fungsi dari lima jari ini apa sih pak?"
si bapak ngejawab "begini naak...
1. jari jempol = itu kamu pake buat permisi-permisi klo lewat depan orang
2. jari telunjuk = naaaah.. jari ini kmu pake buat nunjukin jalan ataw ngasi order
3. jari manis = yang ini kmu pake buat naro cincin klo kmu nanti kimpoi
4. jari kelingking = ini punya tugas khusus buat ngorek2 n ngupil"
Trus si anak ngjawab, "lah jari tengah buat apa pak?"
bapaknya ngjawab, "nanti ya nak, klo kmu mao kimpoi, nanti bapak kasi tau fungsi jari tengah"
Sebelas taun kemudian, si anak akhirnya mau kawin, dan si anak masih inget janji bapaknya. abis itu pas acara perkawinanya selesei, dia nanya ma bapaknya;
"Pak masih inget gak, dulu bapak bilang mau ngasih tau fungsi jari tengah"
Bapaknya langsung inget, "o iya ya.. nak, mmm bgini... bapak terangin deh"
"Nanti malem, kamu kan pasti bakalan ngawinin istri kamu... naaah waktu kmu abis ngawinin sekali, abis itu dia pasti minta lagi... begitu selesei trus diem sebentar, pasti abis itu dia minta lagi.. selesei lagi, gak lama pasti abis itu dia minta lagi..."
"Trus..trus.. gimana pak?" kata anaknya
"naah begini nak, disaat kmu sudah kelelahan dan dah gak kuat, baru kamu pakai jari tengah kmu.."
"Gimana cara pakainya pak?"
"Caranya... kamu tempelin jari tengah kamu ke jidat istri kamu, trus kamu bilang... TIDUR SANA..."
si bapak ngejawab "begini naak...
1. jari jempol = itu kamu pake buat permisi-permisi klo lewat depan orang
2. jari telunjuk = naaaah.. jari ini kmu pake buat nunjukin jalan ataw ngasi order
3. jari manis = yang ini kmu pake buat naro cincin klo kmu nanti kimpoi
4. jari kelingking = ini punya tugas khusus buat ngorek2 n ngupil"
Trus si anak ngjawab, "lah jari tengah buat apa pak?"
bapaknya ngjawab, "nanti ya nak, klo kmu mao kimpoi, nanti bapak kasi tau fungsi jari tengah"
Sebelas taun kemudian, si anak akhirnya mau kawin, dan si anak masih inget janji bapaknya. abis itu pas acara perkawinanya selesei, dia nanya ma bapaknya;
"Pak masih inget gak, dulu bapak bilang mau ngasih tau fungsi jari tengah"
Bapaknya langsung inget, "o iya ya.. nak, mmm bgini... bapak terangin deh"
"Nanti malem, kamu kan pasti bakalan ngawinin istri kamu... naaah waktu kmu abis ngawinin sekali, abis itu dia pasti minta lagi... begitu selesei trus diem sebentar, pasti abis itu dia minta lagi.. selesei lagi, gak lama pasti abis itu dia minta lagi..."
"Trus..trus.. gimana pak?" kata anaknya
"naah begini nak, disaat kmu sudah kelelahan dan dah gak kuat, baru kamu pakai jari tengah kmu.."
"Gimana cara pakainya pak?"
"Caranya... kamu tempelin jari tengah kamu ke jidat istri kamu, trus kamu bilang... TIDUR SANA..."
Murid Jatuh Cinta Dengan Ibu Gurunya
Ibu guru perhatikan akhir-akhir ini si kecil Joni menurun prestasinya. Suatu hari seusai jam sekolah diapun mengajan Joni bicara.
"Ibu perhatikan akhir-akhir ini nilaimu menurun. Ada apa?"
Si kecil Joni menjawab, "Saya lagi jatuh cinta Bu Guru"
"Sama siapa?"
"Sama bu Guru", jawabnya dengan wajah memerah. Bu guru memang orangnya cantik.
Kelihatannya bu guru tidak asing dengan sikap murid semacam ini. Diapun menjawab dengan lembut, "Joni, kamu tau itu nggak mungkin. Memang Ibu sendiri suatu saat akan punya suami, tapi Ibu tidak menginginkan seorang anak kecil"
"Oh, soal itu Ibu nggak usah kuatir", sahut Joni dengan nada mantap, "Saya akan pake kondom"
"Ibu perhatikan akhir-akhir ini nilaimu menurun. Ada apa?"
Si kecil Joni menjawab, "Saya lagi jatuh cinta Bu Guru"
"Sama siapa?"
"Sama bu Guru", jawabnya dengan wajah memerah. Bu guru memang orangnya cantik.
Kelihatannya bu guru tidak asing dengan sikap murid semacam ini. Diapun menjawab dengan lembut, "Joni, kamu tau itu nggak mungkin. Memang Ibu sendiri suatu saat akan punya suami, tapi Ibu tidak menginginkan seorang anak kecil"
"Oh, soal itu Ibu nggak usah kuatir", sahut Joni dengan nada mantap, "Saya akan pake kondom"
Langganan:
Postingan (Atom)